Pemain Xipto Esports 23savage Diborgol Polisi Malaysia Saat Pemeriksaan Bootcamp
Nuengnara '23savage' Teeramahanon mengaku diborgol selama dua jam sebelum membuktikan identitasnya dengan memainkan Dota 2 di hadapan polisi.

Nuengnara "23savage" Teeramahanon, pemain Dota 2 untuk tim Xipto Esports, mengaku sempat diborgol oleh polisi Malaysia selama sekitar dua jam saat pemeriksaan di tempat latihan timnya di Kuala Lumpur.
Menurut pengakuannya di Facebook, insiden itu terjadi sekitar seminggu lalu ketika polisi memeriksa bootcamp Xipto Esports.
Petugas disebut mengambil paspor dan ponsel 23savage serta dua rekan lainnya, dan mematikan koneksi internet serta komputer selama pemeriksaan berlangsung.
"Pemeriksaan tersebut berlangsung sekitar dua jam, sementara polisi berusaha memastikan identitas serta profesi mereka di dunia esports," tulis 23savage dalam unggahannya.
Salah seorang petugas dikenali mengenal Dota 2 dan tim Fnatic, dan memeriksa akun Instagram 23savage untuk verifikasi.
Keberadaan foto bersama influencer Malaysia Ms. Puiyi di media sosialnya disebut membantu petugas mengenalinya sebagai figur publik.
Untuk meyakinkan polisi, 23savage meminta kesempatan memainkan Dota 2 secara langsung.
Permintaan itu dikabulkan dan ia berhasil mencatatkan 32 kill dalam satu pertandingan demonstrasi.
Timnya mengumpulkan total 52 kill, sedangkan tim lawan memperoleh 40 kill.
"Berdasarkan angka yang disampaikan, kontribusi 23savage mencapai sekitar 61,5 persen dari keseluruhan kill timnya," tulisnya.
Catatan tersebut menjadi bagian dari penjelasannya mengenai bagaimana ia meyakinkan petugas bahwa dirinya memang pemain profesional.
Setelah menyaksikan pertandingan itu, polisi disebut semakin yakin terhadap identitas 23savage dan akhirnya membebaskannya.
Ia mengatakan akhirnya dibebaskan dan diperbolehkan kembali bermain Dota 2.
Hingga kini, kronologi pemeriksaan belum memperoleh konfirmasi resmi dari kepolisian Malaysia, dan alasan tempat latihan Xipto Esports diperiksa juga belum diketahui.
Karena itu, informasi mengenai penyitaan barang, pemadaman perangkat, pemborgolan, dan pembebasan tersebut masih bersumber dari pengakuan 23savage.
Belum tersedia keterangan resmi kepolisian dalam bahan berita yang menjelaskan latar belakang tindakan petugas.
Di luar insiden tersebut, Xipto Esports memiliki hasil kompetisi yang cukup menonjol di tingkat regional.
Tim ini berhasil menjuarai EPL World Series: Southeast Asia Season 18 tanpa kehilangan satu seri pun.
Kemenangan itu sekaligus memperpanjang catatan kemenangan beruntun Xipto Esports menjadi 10 pertandingan.
Tim tersebut juga sedang berupaya mendapatkan tempat di turnamen internasional DreamLeague Season 30.
Skuad Xipto Esports diperkuat sejumlah pemain dari Asia Tenggara.
Selain 23savage, terdapat Worawit Mekchai yang menggunakan nama Q dan berasal dari Thailand, serta Chan Chon Kien atau Oli dari Malaysia.
Tim tersebut juga memiliki dua pemain Indonesia, yaitu Muhammad Rizky Anugrah yang dikenal sebagai inYourdreaM dan Muhammad Saieful Ilham dengan nama Fbz.
Mereka menjadi bagian dari susunan pemain Xipto Esports yang berkompetisi di kancah Dota 2.


