LIVE
Jakarta Esports 2026 Gelar Turnamen MLBB dengan Hadiah Rp50 Juta◆Baloyskie Sebut Performa Scrim Jadi Penentu Mid Laner ONIC untuk Playoff MPL ID S18◆Jefferson, Pendiri Liga Roblox Indonesia, Ungkap Masa Lalu sebagai Pemain Dota Kompetitif◆Saham Melco Resorts Turun Usai Analis Turunkan Rekomendasi◆Markas Team Vitality di Paris Dirusak dan Dijarah Saat Demo, Trofi CS2 Diduga Dicuri◆Bundle VALORANT Champions 2026 Raup Rp1,6 Triliun, Tim Esports Dapat Rp800 Miliar◆Riot Games Umumkan Format VCT 2027 dengan 50 Turnamen dan Kualifikasi Terbuka◆BGC Soroti Peran Kasino Darat untuk Ekonomi Lokal di Tengah Ancaman Kenaikan Pajak◆FIFAe Finals 2026 Ditunda Akibat Memburuknya Situasi Keamanan di Arab Saudi◆Pencarian Download ML Old Masih Tinggi, Ini Tantangan Bermain Mobile Legends Versi Lama◆Jakarta Esports 2026 Gelar Turnamen MLBB dengan Hadiah Rp50 Juta◆Baloyskie Sebut Performa Scrim Jadi Penentu Mid Laner ONIC untuk Playoff MPL ID S18◆Jefferson, Pendiri Liga Roblox Indonesia, Ungkap Masa Lalu sebagai Pemain Dota Kompetitif◆Saham Melco Resorts Turun Usai Analis Turunkan Rekomendasi◆Markas Team Vitality di Paris Dirusak dan Dijarah Saat Demo, Trofi CS2 Diduga Dicuri◆Bundle VALORANT Champions 2026 Raup Rp1,6 Triliun, Tim Esports Dapat Rp800 Miliar◆Riot Games Umumkan Format VCT 2027 dengan 50 Turnamen dan Kualifikasi Terbuka◆BGC Soroti Peran Kasino Darat untuk Ekonomi Lokal di Tengah Ancaman Kenaikan Pajak◆FIFAe Finals 2026 Ditunda Akibat Memburuknya Situasi Keamanan di Arab Saudi◆Pencarian Download ML Old Masih Tinggi, Ini Tantangan Bermain Mobile Legends Versi Lama◆
REDINGTONCYBERSPORTBerlangganan
MLBBFree FirePUBG MobileDota 2ValorantLoLCS2EA FCCoD MobileiGamingWiki
Dota 2

Jefferson, Pendiri Liga Roblox Indonesia, Ungkap Masa Lalu sebagai Pemain Dota Kompetitif

Ia pernah meraih posisi ketiga di turnamen nasional Electronic Sports World Cup 2007 saat masih duduk di bangku SMP.

Dimas Pratama
EDITOR ESPORTS · 19/10/2026
Jefferson, Pendiri Liga Roblox Indonesia, Ungkap Masa Lalu sebagai Pemain Dota Kompetitif

Jefferson, sosok di balik Liga Roblox Indonesia, mengungkap perjalanan panjangnya sebagai pemain Dota kompetitif yang pernah meraih podium di turnamen nasional.

Karier gamingnya dimulai dari bermain Dota di warung internet pada masa sekolah, di mana ia mulai mengenal pemain lain yang sering mengikuti turnamen.

“Zaman dulu saat SMP kalau main Dota adanya LAN di warnet, nggak ada versi online. Karena sering main ke warnet, jadi kenal dengan player lain. Kebetulan player yang saya kenal suka ikut turnamen. Akhirnya saya diajak ikut turnamen karena jago, xD,” cerita Jefferson.

Ia aktif mengikuti kompetisi Dota dari 2007 hingga 2016, dengan pengalaman paling berkesan adalah saat mengikuti Electronic Sports World Cup (ESWC) 2007.

Jefferson mengikuti turnamen nasional itu saat masih berstatus pelajar SMP, bahkan bertanding langsung setelah pulang sekolah.

“Waktu itu saya pulang sekolah tanding memakai seragam sekolah SMP, wkwk. Saya bersyukur di ajang sebesar ini tim saya masuk podium,” kenangnya.

Timnya, Allzu, berhasil menempati posisi ketiga, sementara XCN keluar sebagai juara pertama dan Titan dari Bandung berada di posisi kedua.

Pencapaian tersebut terasa spesial karena Allzu datang sebagai tim yang tidak terlalu diunggulkan.

Meski menikmati persaingan, Jefferson akhirnya memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan karier sebagai pemain kompetitif Dota.

Keputusan tersebut diambil karena pertimbangan kondisi finansial dan masa depan, mengingat industri esports Indonesia pada masa itu dinilainya berbeda dengan sekarang.

“Zaman dulu esports nggak ada duitnya, nggak ada harapan bisa kaya sebagai player esports di Indonesia. Beda dengan zaman sekarang, para pro player masih bisa dapat uang gede dari sponsor atau streaming. Prize pool juga sudah naik berkali-kali lipat,” ungkapnya.

“Saya berhenti karena tidak melihat ada kesempatan yang baik untuk menyusun finansial jika meneruskan sebagai player esports pada saat itu. Umur saya juga sudah tidak muda lagi, saya harus mengambil keputusan untuk menyusun rencana finansial untuk kehidupan pribadi,” jelas Jefferson.

Setelah meninggalkan dunia kompetitif, ia menemukan ketertarikan baru pada Roblox karena melihat traffic player yang sangat besar di platform tersebut.

Ketertarikan itu membawanya terjun ke dunia pembuatan konten dan membangun Liga Roblox Indonesia.

Jefferson mengatakan latar belakangnya sebagai pemain Dota bukan faktor utama, melainkan pengalaman sebagai gamer yang membantunya memahami penonton.

“Sebenarnya hal yang benar-benar membantu bukan karena saya seorang pensiunan kompetitif Dota, tapi lebih ke arah karena saya adalah gamer. Jadi saya tahu apa yang diinginkan oleh viewer saya,” tuturnya.

Ia mengaku sudah lama tidak kontak dengan rekan-rekan lamanya di dunia Dota, terakhir sekitar sembilan tahun lalu.

Jefferson masih menyimpan kenangan menyenangkan dari masa kompetitifnya, seperti sensasi menyusun strategi, menghadapi lawan, dan merasakan kebahagiaan naik podium.

“Perasaan saat ikut berkompetisi, membangun strategi, dan rasanya naik podium. Hal-hal itu sangat menyenangkan bagi saya,” ungkapnya.

Kini, melalui Liga Roblox Indonesia, ia menjalani babak baru di dunia gaming.

Ketika ditanya tentang pencapaian paling membanggakan, Jefferson lebih memilih berbicara tentang rasa syukur karena merasa perjalanannya masih panjang.

“Untuk saat ini perasaan bersyukur lebih besar daripada rasa bangga karena saya tahu perjalanan saya masih panjang ke depan,” ujar Jefferson.

“Saya masih mempunyai goal yang lebih besar dari sekarang, jadi harus semangat ngonten terussss! Doain lancar ya :)” sambungnya.

Ia juga punya pesan untuk anak muda Indonesia yang ingin mencoba peruntungan sebagai kreator konten gaming.

“Di zaman sekarang kalau kalian suka main game, streaming-in aja. Siapa tahu rame, siapa tahu viewer pada suka sama gaya kamu. Nggak ada ruginya,” pesan Jefferson.