J Team
J Team adalah sebuah organisasi esports Taiwan yang dimiliki oleh JY Entertainment dan didirikan oleh bintang pop Jay Chou pada April 2016. Organisasi ini mewarisi warisan kompetitif dari juara dunia Season 2, Taipei Assassins, dan berkompetisi di League of Legends Master Series dan Pacific Championship Series. Organisasi ini membubarkan divisi League of Legends-nya pada 2024 setelah gagal mendapatkan tempat di League of Legends Championship Pacific.

| Didirikan | April 2016 |
|---|---|
| Pemilik | JY Entertainment (Jay Chou) |
| Wilayah | Taiwan |
| Permainan Utama | League of Legends |
| Permainan Lain | StarCraft II |
| Status | Divisi League of Legends dibubarkan (2024) |
| Prestasi Penting | Juara LMS Split Musim Panas 2019 |
| Puncak Penonton | 1.280.870 (Kejuaraan Dunia 2019) |
| Turnamen | Berpartisipasi dalam 56 turnamen |
Pendirian dan Roster Awal
J Team diumumkan pada 19 April 2016. Penyanyi dan pengusaha Taiwan Jay Chou, melalui perusahaannya JY Entertainment, membeli slot kompetitif League of Legends Master Series yang dimiliki oleh Taipei Assassins. Akuisisi ini menjadi dasar bagi waralaba esports baru, yang secara efektif melanjutkan garis keturunan juara dunia 2012 di bawah kepemilikan baru. Tim ini debut untuk LMS Split Musim Panas 2016 dengan roster yang menampilkan top laner Chen Morning Kuan-ting dan Chen RLun Cheng-lun, jungler Chen REFRA1N Kuan-ting, mid laner Chu FoFo Chun-lan, bot laner Chang BeBe Bo-wei, dan support Li Jay Chieh. Susunan pemain awal ini juga dikenal dengan branding alternatif J Gaming.
Tahun-tahun Kompetitif Awal (2016-2018)
Tim ini memulai dengan kuat, finis pertama di musim reguler Musim Panas 2016 dengan rekor sempurna 10 menang, 4 kalah, dan 0 seri. Namun, mereka disapu bersih 0-3 oleh Flash Wolves di final playoff. Peringkat kedua ini tetap memberi mereka kesempatan untuk lolos ke Kejuaraan Dunia 2016 melalui kualifikasi regional, tetapi mereka dikalahkan 2-3 oleh Machi Esports di semifinal. Kemudian di tahun itu, dengan jungler Chen Achie Chen-chi menggantikan REFRA1N, tim menempati peringkat kelima/keenam di IEM Season 11 Gyeonggi setelah kalah dari Immortals dari Amerika Utara.
Tahun-tahun berikutnya melihat J Team secara konsisten berada di papan tengah atas LMS tetapi tidak mampu menembus ke panggung dunia. Mereka menempati peringkat ketiga baik di musim reguler maupun playoff LMS Split Musim Semi 2017, kalah dari ahq eSports Club. J Team adalah satu dari empat tim yang mewakili LMS di Rift Rivals 2017, di mana wilayah tersebut menempati posisi terakhir. Di LMS Split Musim Panas 2017, mereka finis keempat, lagi-lagi kalah dari ahq di playoff, dengan top laner Hsu Rest Shih-chieh menggantikan Morning selama postseason. Tim gagal lolos ke Kejuaraan Dunia 2017 setelah kalah dari Hong Kong Attitude di final regional.
Pada 2018, J Team menempati peringkat kelima di musim reguler Musim Semi dan keempat di musim reguler Musim Panas, keduanya dengan rekor 6-8. Setelah kalah playoff 0-3 dari MAD Team di musim panas, mereka finis ketiga dan masuk ke final regional. Perjuangan mereka untuk mendapatkan tempat di Worlds berakhir lagi dengan sapuan bersih 0-3 oleh G-Rex.
Puncak dan Kemenangan Kejuaraan
Kegigihan tim mencapai puncaknya di musim 2019 yang dominan. Setelah finis ketiga di musim reguler dan keempat di playoff di Split Musim Semi, di mana mereka kalah 1-3 dari ahq, J Team menemukan bentuknya di musim panas. Mereka finis pertama di musim reguler LMS Musim Panas 2019 dan membawa momentum itu ke playoff. Di final, mereka mengalahkan rival lama mereka, ahq eSports Club, dengan skor 3-1. Kemenangan ini mengamankan gelar kejuaraan LMS pertama dan satu-satunya bagi J Team dengan namanya sendiri. Kemenangan ini juga meloloskan tim ke Kejuaraan Dunia 2019 sebagai seed pertama liga, sebuah pencapaian signifikan bagi organisasi.
Penampilan Internasional dan Sejarah Selanjutnya
Sebagai seed pertama LMS, J Team berkompetisi di Kejuaraan Dunia 2019. Perjalanan mereka di turnamen internasional itu berakhir dengan peringkat akhir tempat ke-9. Acara yang menampilkan J Team mencatat rekor puncak penonton bagi organisasi sebesar 1.280.870 penonton bersamaan. Setelah rebranding LMS menjadi Pacific Championship Series, J Team terus berkompetisi di PCS. Organisasi ini berpartisipasi dalam total 56 turnamen di berbagai divisi esportsnya sepanjang keberadaannya, yang tidak hanya mencakup League of Legends tetapi juga StarCraft II. Roster di era PCS mencakup pemain seperti Likai, Kongyue, Lauva, SoCool, minji, ChiCh1, Enso, dan Yursan.
Pembubaran Divisi League
Setelah hampir sembilan tahun beroperasi, divisi League of Legends J Team berakhir pada 2024. Organisasi gagal mendapatkan slot kompetitif di League of Legends Championship Pacific yang baru distrukturkan. Setelah kegagalan ini, J Team mengumumkan pemecatan semua pemain League of Legends-nya, yang secara efektif membubarkan divisi tersebut. Peristiwa ini menandai berakhirnya garis keturunan kompetitif yang dimulai dengan kemenangan kejuaraan dunia Taipei Assassins 2012. Pembubaran ini menandai akhir dari sebuah era bagi tim yang telah menjadi andalan di kancah kompetitif Taiwan dan Pasifik sejak pendiriannya yang terkenal oleh Jay Chou.
FAQ
Siapa pemilik J Team?
J Team dimiliki oleh JY Entertainment, sebuah perusahaan milik bintang pop dan pengusaha Taiwan Jay Chou. Dia mendirikan organisasi ini pada April 2016 setelah mengakuisisi slot LMS Taipei Assassins.
Tim apa yang digantikan J Team?
J Team dibentuk ketika Jay Chou membeli slot kompetitif League of Legends Master Series dari Taipei Assassins, tim yang memenangkan Kejuaraan Dunia Season 2 pada 2012. Hal ini menjadikan J Team penerus langsung tempat roster tersebut di liga.
Kapan J Team memenangkan LMS?
J Team memenangkan satu-satunya kejuaraan League of Legends Master Series di Split Musim Panas 2019. Mereka finis pertama di musim reguler dan mengalahkan ahq eSports Club 3-1 di final playoff, mengamankan gelar pertama mereka dan seed langsung ke Kejuaraan Dunia.
Apakah J Team pernah pergi ke Worlds?
Ya, J Team lolos ke Kejuaraan Dunia sekali, pada 2019, setelah memenangkan LMS Split Musim Panas. Mereka menghadiri turnamen tersebut sebagai seed pertama LMS dan finis di peringkat ke-9. Pertandingan mereka di acara itu menarik puncak lebih dari 1,28 juta penonton.
Mengapa J Team bubar?
J Team membubarkan divisi League of Legends-nya pada 2024 setelah organisasi gagal mendapatkan tempat di liga League of Legends Championship Pacific yang baru. Ini menyusul ketidakmampuan tim untuk lolos melalui proses kompetitif, mengakhiri perjalanan sembilan tahunnya di League of Legends profesional.
Sumber: Wikipedia Bahasa Inggris (CC BY-SA), diterjemahkan dan ditulis ulang oleh tim Redington Cybersport.





