LIVE
REDINGTONCYBERSPORTBerlangganan
MLBBFree FirePUBG MobileDota 2ValorantLoLCS2EA FCCoD MobileiGaming
Valorant

Uni Eropa Perketat Pengawasan Microtransaction di 11 Game Termasuk Valorant dan Clash of Clans

CPC Network Uni Eropa menyasar sembilan perusahaan game terkait praktik mata uang virtual yang diduga melanggar hukum perlindungan konsumen.

Dimas Pratama
EDITOR ESPORTS · 02/10/2026
Uni Eropa Perketat Pengawasan Microtransaction di 11 Game Termasuk Valorant dan Clash of Clans

Komisi Eropa bersama Consumer Protection Cooperation Network memperketat pengawasan terhadap praktik microtransaction dalam 11 game video, termasuk Call of Duty Mobile, Minecraft, Valorant, dan Clash of Clans.

Tindakan terkoordinasi tersebut, yang diumumkan pada 30 September 2026, menyasar sembilan perusahaan game terkait sembilan judul.

CPC Network menyatakan perusahaan-perusahaan tersebut diduga menggunakan praktik komersial yang berpotensi bertentangan dengan hukum perlindungan konsumen Uni Eropa dalam kaitannya dengan mata uang virtual di dalam game.

Kesembilan perusahaan yang terlibat adalah Crytek, InnoGames, King.com, Mojang, Plarium Europe, PLR Worldwide Sales, Riot Games, Supercell, dan Ubisoft EMEA.

Sementara itu, Call of Duty Mobile dan Diablo Immortal sudah menjadi bagian dari tindakan terpisah yang dimulai lebih awal pada 2026 terhadap Microsoft Corporation dan Activision Blizzard.

Kasus tersebut tidak hanya mencakup penjualan mata uang virtual, tetapi juga sejumlah isu lain yang berkaitan dengan perlindungan konsumen.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Key Principles on In-Game Virtual Currencies yang diterbitkan CPC Network pada Maret 2025.

Dokumen tersebut memberikan prinsip bagi pelaku industri agar penggunaan mata uang virtual tetap sesuai dengan hukum perlindungan konsumen Uni Eropa, terutama dalam hal transparansi harga, informasi sebelum pembelian, serta perlindungan terhadap konsumen yang rentan seperti anak-anak.

Salah satu perhatian utama adalah bagaimana mata uang virtual dapat membuat konsumen kehilangan gambaran mengenai harga sebenarnya dari sebuah item digital.

"Mata uang virtual yang dibeli menggunakan uang sungguhan dan kemudian digunakan untuk memperoleh konten atau layanan digital di dalam game tetap berkaitan dengan kewajiban perlindungan konsumen," jelas CPC Network dalam prinsipnya.

"Transaksi semacam itu pada dasarnya harus mendapatkan perlakuan perlindungan konsumen seperti pembelian menggunakan mata uang nyata."

CPC Network menekankan pentingnya informasi harga yang jelas dan transparan, termasuk informasi yang diberikan sebelum konsumen melakukan transaksi.

Praktik yang menyembunyikan biaya sebenarnya dari sebuah item digital atau membuat konsumen harus membeli mata uang virtual dalam jumlah tertentu juga menjadi perhatian.

Menurut prinsip CPC Network, model yang mengharuskan pemain membeli paket mata uang terlebih dahulu perlu dirancang secara transparan agar konsumen dapat memahami nilai transaksi yang sebenarnya.

Aspek lain yang disoroti adalah hak konsumen untuk melakukan withdrawal atau pembatalan transaksi, sesuai ketentuan yang berlaku dalam hukum perlindungan konsumen Uni Eropa.

Perlindungan terhadap konsumen yang rentan, terutama anak-anak, menjadi salah satu tema utama dalam pendekatan baru ini.

CPC Network menyatakan bahwa beberapa model bisnis dan praktik desain dalam video game dapat memberikan dampak yang lebih besar kepada konsumen yang rentan.

Dalam tindakan sebelumnya terhadap Star Stable Online, CPC Network menyoroti praktik seperti ajakan langsung kepada anak-anak untuk membeli mata uang atau item dalam game, tekanan melalui penawaran berbatas waktu, serta kurangnya informasi yang mudah dipahami mengenai mata uang virtual.

Dalam kasus Call of Duty Mobile dan Diablo Immortal, cakupan pemeriksaannya lebih luas.

CPC Network menyatakan bahwa mereka juga memeriksa pengumpulan data konsumen, desain yang berpotensi membuat ketergantungan, pengaturan parental control yang telah dipilih sebelumnya, pemasaran langsung kepada anak-anak, informasi sebelum kontrak, serta pemblokiran akun game secara sepihak.

Dialog antara CPC Network dan perusahaan terkait masih berlangsung.

Komisi Eropa menyatakan bahwa apabila persoalan yang ditemukan tetap tidak diselesaikan, otoritas perlindungan konsumen di tingkat nasional dapat mempertimbangkan langkah penegakan hukum.

Lainnya di Valorant