LIVE
REDINGTONCYBERSPORTBerlangganan
MLBBFree FirePUBG MobileDota 2ValorantLoLCS2EA FCCoD MobileiGamingWiki
Free Fire

Pelatih ONIC AFM Nilai Format Baru Free Fire 2027 Punya Dua Sisi

Ahmad Masturoh kecewa karena timnya kehilangan slot regional, tetapi mendukung peluang kerja yang terbuka bagi pemain domestik.

Dimas Pratama
EDITOR ESPORTS · 07/11/2026
Pelatih ONIC AFM Nilai Format Baru Free Fire 2027 Punya Dua Sisi

Pelatih ONIC Esports Ahmad 'AFM' Masturoh mengungkapkan dua pandangan berbeda terkait keputusan Garena mengakhiri Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) dan mengembalikan kompetisi ke tingkat nasional mulai 2027.

Sebagai pelatih tim yang sebelumnya memiliki slot di kompetisi regional, AFM mengaku sedih dan tidak setuju dengan perubahan tersebut. “Sebagai pelatih ONIC yang memiliki slot SEA, saya merasa sedih, tidak setuju, dan merasa tidak mendapatkan keuntungan dari SEA itu sendiri,” ujarnya.

Ia menilai kompetisi regional memberikan kebanggaan tersendiri dan kualitas persaingan yang berbeda. Kekhawatiran utamanya berkaitan dengan dinamika liga nasional yang melibatkan banyak peserta, termasuk tim-tim yang tidak memiliki organisasi esports profesional di baliknya. “Saya pernah merasakan permainan diacak-acak di Liga Indonesia. Saat saya di FFML berada di peringkat pertama, tiba-tiba ditabrak oleh tim peringkat ke-12, dan itu sangat menghancurkan. Itu yang tidak saya sukai dari Liga Indonesia,” ungkapnya.

Pengalaman itu menjadi alasan AFM kurang setuju dengan kembalinya sistem liga nasional, karena konsistensi tim unggulan dapat terganggu oleh pendekatan bermain lawan yang sulit diprediksi.

Namun, dari perspektif komunitas Free Fire secara luas, AFM justru menyambut positif kembalinya liga nasional. “Sebagai aset komunitas, saya suka jika liganya kembali ke Indonesia,” kata AFM.

Menurutnya, perubahan ini membuka kesempatan bagi lebih banyak pemain untuk kembali berkarier di industri esports, termasuk mereka yang sebelumnya hampir pensiun. Ia menilai perkembangan tersebut menjadi kabar baik bagi ekosistem kompetitif Free Fire, membuka lebih banyak kesempatan kerja serta memperkuat aktivitas ekosistem di Indonesia.

Perubahan format diumumkan Garena pada Oktober 2026, menandai berakhirnya FFWS SEA setelah tiga tahun berjalan dari 2024 hingga 2026. Selama enam musim penyelenggaraannya, tim Indonesia meraih dua gelar juara, yaitu ONIC pada FFWS SEA Spring 2025 dan Bigetron by Vitality pada FFWS SEA Fall 2026. Redington Cybersport melaporkan pada Oktober bahwa Free Fire World Series akan menghapus format regional SEA dan mengembalikan sistem kualifikasi nasional yang ketat mulai tahun 2027.

Mulai musim depan, kompetisi FFWS akan digelar di tingkat nasional untuk Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Hasil kompetisi domestik akan menentukan tim yang mewakili masing-masing negara di FFWS Global Finals.

Delapan slot menuju Global Finals 2027 tetap tersedia. Indonesia, Thailand, dan Vietnam masing-masing mendapatkan dua tiket langsung untuk juara dan runner-up liga domestik. Malaysia memperoleh satu tiket langsung untuk juara, sedangkan satu tempat tersisa akan diperebutkan melalui Last Chance Qualifier (LCQ).

LCQ akan melibatkan 12 tim, yaitu peringkat ketiga hingga kelima dari liga Indonesia, Thailand, dan Vietnam, serta peringkat kedua hingga keempat dari Malaysia. Gabungan total hadiah FFWS di empat negara mencapai US$1,4 juta untuk dua musim kompetisi 2027, atau sekitar US$700 ribu per musim.

Perubahan jalur kualifikasi ini akan memengaruhi strategi tim-tim Indonesia, yang pada FFWS Global Finals 2026 mengirimkan tiga wakil, yakni Bigetron by Vitality, RRQ Kazu, dan ONIC melalui jalur FFWS SEA. Garena belum memberikan rincian mengenai jadwal pertandingan, jumlah peserta, dan format lengkap FFWS Indonesia 2027.

Lainnya di Free Fire