Riot Games Perketat Aturan Anti-Cheat dan Livestream untuk Open Qualifier VCT 2027
Riot Games menerapkan persyaratan rank minimum Ascendant dan kebijakan zero-tolerance terhadap cheating untuk menjaga integritas kompetisi online.

Riot Games mengumumkan serangkaian langkah keamanan dan aturan baru untuk menjaga integritas kompetitif pada Open Qualifier VALORANT Champions Tour 2027.
Perusahaan menerapkan kebijakan zero-tolerance terhadap perilaku cheating dan membantu orang lain untuk cheating.
"Fokus kami tidak hanya mengidentifikasi dan menghukum cheater setelah kejadian, tetapi juga mempersulit pelaku kejahatan untuk masuk ke dalam kompetisi sejak awal," jelas Riot Games dalam pengumumannya.
Artinya, perusahaan menerapkan persyaratan keamanan perangkat keras dan perangkat lunak yang lebih ketat, menetapkan standar kelayakan akun yang jelas, serta memperkenalkan langkah pemantauan dan verifikasi tambahan saat tim melaju dalam turnamen.
Semua peserta diwajibkan untuk mematuhi Vanguard Check sebagai bagian dari persyaratan tersebut.
Pemain juga harus mencapai peringkat minimum Ascendant atau lebih tinggi untuk memenuhi syarat berkompetisi di Open Qualifier.
Persyaratan reputasi akun juga diperketat, di mana pemain dengan akun yang bereputasi baik memenuhi syarat untuk berkompetisi.
"Akun yang bereputasi baik adalah akun yang saat ini tidak terkena ban, belum pernah mendapatkan Ban Game, Intervensi Vanguard, Pembatasan Ranked, atau Pembatasan Komunikasi dalam 30 hari terakhir, dan tidak sedang mengalami pembatasan matchmaking Ranked selama periode pendaftaran atau kompetisi," menurut Riot Games.
Beberapa akun mungkin memerlukan peninjauan tambahan dan pemain harus memenuhi semua persyaratan reputasi akun yang berlaku.
Untuk investigasi dugaan cheating, Riot Games akan menggunakan kombinasi deteksi Vanguard, peninjauan akun, bukti pertandingan, dan investigasi turnamen.
"Jika pemantauan tambahan tersedia, panitia juga bisa meninjau rekaman gameplay, komunikasi, dan bukti relevan lainnya," kata perusahaan.
Laporan dugaan cheating akan dievaluasi melalui saluran resmi, bukan berdasarkan spekulasi komunitas.
Panitia turnamen berhak untuk melakukan verifikasi tambahan atau pemeriksaan integritas, termasuk meninjau setup pemain, meminta rekaman, mewajibkan tim untuk melakukan live stream area pertandingan, atau memeriksa komunikasi jika diperbolehkan dalam aturan yang berlaku.
Pelanggaran integritas kompetitif yang terkonfirmasi akan menyebabkan sanksi, termasuk diskualifikasi dan penangguhan kompetitif.
"Panitia turnamen akan menentukan konsekuensi kompetitif yang sesuai berdasarkan pelanggaran, bukti, dan aturan yang tersedia," jelas Riot Games.
Di sisi lain, Riot Games mendorong pemain untuk melakukan livestream perjalanan kompetitif mereka di Open Qualifier.
"Kami ingin para pemain bisa membagikan perjalanan kompetitif mereka dan mendorong cakupan Open Qualifier yang lebih melibatkan komunitas," ujar perusahaan.
"Namun, livestreaming bisa menimbulkan risiko kompetitif, termasuk stream sniping dan memungkinkan tim mendapatkan akses ke informasi yang seharusnya tidak mereka dapat selama pertandingan."
Untuk mengatasi risiko tersebut, mulai dari Open Qualifier, livestream point-of-view pemain diwajibkan untuk mengatur delay siaran setidaknya dua menit.
Tim juga diperbolehkan untuk mengatur siaran mereka sendiri dengan stream yang menggunakan beberapa POV pemain, selama setiap stream tetap memenuhi ketentuan delay yang sama.
Kreator pihak ketiga yang ingin melakukan watch party dapat melakukan co-stream POV pemain, tetapi perlu mendapatkan persetujuan dari Penyelenggara Turnamen terlebih dahulu.
Riot Games juga menyatakan akan mendukung tim dan pemain untuk membagikan VOD pertandingan dan komunikasi suara mereka.
Perusahaan menyatakan akan terus mengevaluasi kebijakan dan penegakan aturan mereka seiring berjalannya season untuk memastikan ekosistem kompetitif yang mudah diakses tanpa mengorbankan integritas kompetisi. Pendaftaran untuk Open Qualifier VCT 2027 di wilayah APAC telah dibuka awal bulan ini.
SUMBER: VALORANT



