LIVE
REDINGTONCYBERSPORTBerlangganan
MLBBFree FirePUBG MobileDota 2ValorantLoLCS2EA FCCoD MobileiGamingWiki
Free Fire

Pelatih RRQ dan Onic Kecewa Atas Perubahan Format FFWS SEA

Perubahan format kompetisi Free Fire di Asia Tenggara yang menghapus jalur regional mendapat tanggapan beragam dari tiga tim besar Indonesia.

Dimas Pratama
EDITOR ESPORTS · 03/11/2026
Pelatih RRQ dan Onic Kecewa Atas Perubahan Format FFWS SEA

Perubahan sistem kompetisi Free Fire di Asia Tenggara yang menghapus jalur regional dan mengembalikan turnamen nasional sebagai jalan menuju kejuaraan dunia memicu tanggapan beragam dari pelatih tim profesional Indonesia.

Kebijakan yang berlaku di seluruh negara Asia Tenggara ini mengharuskan tim seperti RRQ Kazu, Onic, dan Bigetron by Vitality yang sebelumnya rutin berlaga di FFWS SEA untuk kembali bersaing melalui kompetisi nasional.

Ady, pelatih RRQ Kazu, mengungkapkan kekecewaannya terhadap perubahan tersebut dalam wawancara seusai acara pelepasan tim Free Fire Indonesia menuju FFWS Global Finals 2026 di Jakarta Selatan, Jumat (30/10).

"Berjuang se-all in mungkin untuk gimana caranya kita nggak degradasi, gimana caranya kita stay di SEA gitu kan. Jadi itu ada jadi salah satu pertanyaan besar dari tim yang memang sudah try hard di season kemarin. Kok bisa seperti ini? Kenapa?" kata Ady.

Pandangan serupa disampaikan AFM, pelatih Onic, yang menyatakan kesedihan dan ketidaksetujuannya karena timnya sebelumnya telah memiliki slot untuk bertanding di tingkat Asia Tenggara.

"Tanggapannya ada dua sisi nih ya. Satu sebagai Coach Onic yang punya slot SEA. Satu sebagai komunitas Free Fire. Sebagai Coach Onic yang punya slot SEA. Sedih. Gak setuju," kata AFM.

Meski demikian, AFM memberikan penilaian positif terhadap format baru apabila dilihat dari kepentingan komunitas Free Fire.

Ia menilai sistem ini membuka kembali kesempatan bagi pemain yang sebelumnya direkrut tim esports atau sempat mempertimbangkan pensiun untuk melanjutkan karier profesional.

"Nah ini bagus buat ekosistem dari Free Fire. Kan gak selamanya juga gue di Onic. Yang paling penting kan vibes dari FF tetap ada. Ekosistem esports tetap jalan kayak gitu. Jadi komunitas jalan, esports nya jalan," jelas AFM.

Berbeda dari kedua rekannya, Chrisjo sebagai pelatih Bigetron memilih menerima keputusan yang telah ditetapkan penyelenggara.

Ia menyadari bahwa persaingan dalam kompetisi nasional pada musim mendatang berpotensi menjadi lebih berat dengan kembalinya sejumlah tim dari komunitas serta pelatih lama.

"Cuman agak lebih challenging, karena ya ada tim-tim Indonesia yang baru mungkin dari community, mungkin ada coach-coach lama yang berdatangan kembali, ya mereka mungkin udah analisa kita punya gameplay jauh lebih lama. Nah kalau kita masuk ke situ, ya mungkin kembali lagi Itu akan challenging. Itu doang," ungkap Chrisjo.

Bigetron by Vitality adalah juara pada musim terakhir FFWS SEA 2026 Fall, namun keberhasilan tersebut tidak mengubah keputusan untuk menerapkan sistem kompetisi yang berbeda.

Dalam sistem baru, Asia Tenggara akan memperoleh delapan tempat untuk tampil di panggung utama turnamen internasional Free Fire melalui jalur kualifikasi dari masing-masing negara.

Indonesia, Thailand, dan Vietnam masing-masing mendapatkan jatah dua tim langsung, sementara Malaysia memperoleh satu tempat.

Satu tiket lainnya diperebutkan melalui babak Last Chance Qualifier yang akan mempertemukan 12 tim dari peringkat tertentu dalam kompetisi nasional masing-masing negara.

Dari FFWS ID, FFWS TH, dan FFWS VN, peserta yang berhak mengikuti babak tersebut adalah tim peringkat tiga hingga lima, sementara perwakilan FFWS MY berasal dari tim yang menempati posisi dua hingga empat.

Kompetisi FFWS di kawasan Asia Tenggara juga menyediakan total hadiah sebesar USD 1,4 juta yang dialokasikan untuk penyelenggaraan kompetisi di Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Malaysia selama dua musim dalam satu tahun.

FFWS Indonesia, Thailand, dan Vietnam masing-masing menyediakan total hadiah USD 200 ribu per musim, sementara kompetisi FFWS Malaysia menawarkan hadiah USD 100 ribu.

Jika digabungkan, total hadiah untuk satu musim dari keempat kompetisi nasional tersebut mencapai USD 700 ribu, dengan dua musim kompetisi FFWS, yakni Spring dan Fall, diselenggarakan dalam satu tahun.

Perubahan format ini sebelumnya telah diumumkan oleh penyelenggara. Redington Cybersport melaporkan pada Oktober bahwa Free Fire World Series akan menghapus format regional SEA dan mengembalikan sistem kualifikasi nasional yang ketat mulai tahun 2027.

Lainnya di Free Fire