REDINGTONCYBERSPORTBerlangganan
MLBBFree FirePUBG MobileDota 2ValorantLoLCS2EA FCCoD MobileiGamingWiki
Pemain

Damonte

Tanner Damonte, yang dikenal mononim sebagai Damonte, adalah pemain dan pelatih profesional League of Legends asal Amerika Serikat. Ia mencuat pada 2019 sebagai salah satu dari sedikit mid laner Amerika Utara di LCS dan dikenal karena keahliannya pada champion Qiyana.

Damonte
Foto: Echo Fox / Wikimedia Commons (CC BY 3.0)
Lahir2 Desember 1997
KebangsaanAmerika Serikat
GameLeague of Legends
PeranMid laner, Pelatih
TimEcho Fox, Clutch Gaming, Dignitas Academy, Golden Guardians, 100 Thieves, Counter Logic Gaming, Shopify Rebellion
Dikenal KarenaPenguasaan Qiyana, kualifikasi Kejuaraan Dunia 2019
Total Hadiah Uang$21.289,87

Karier Awal dan Echo Fox

Tanner Damonte memulai perjalanan kompetitif League of Legends-nya pada Januari 2015, bermain di liga amatir dengan nama Mini dan Mini Me. Kesempatan profesional besar pertamanya datang pada Februari 2016 ketika ia bergabung dengan Echo Fox sebagai pemain cadangan. Selama sebagian besar 2016 dan 2017, ia mengasah keterampilannya sebagai mid laner untuk Delta Fox, tim akademi Echo Fox di Challenger Series.

Damonte melakukan debut LCS-nya pada Mei 2017 setelah dipromosikan ke roster utama Echo Fox. Masa awalnya ditandai dengan perpindahan antara tim utama dan akademi. Setelah diskors singkat karena perilaku buruk di pertandingan ranked online, ia dipromosikan kembali ke roster utama pada Juli 2018, terus membangun profil profesionalnya.

Terobosan dengan Clutch Gaming

Pada November 2018, Damonte menandatangani kontrak dua tahun dengan Clutch Gaming. Musim 2019 dimulai buruk dengan finis di tempat kesembilan di Spring Split. Nasib tim berubah di musim panas setelah pergantian roster di bot lane. Clutch Gaming mengamankan tempat playoff dan mengalahkan TSM di perempat final sebelum kalah dari Team Liquid di semifinal.

Setelah kekalahan di pertandingan penentuan tempat ketiga, Clutch Gaming memasuki kualifikasi regional untuk Kejuaraan Dunia 2019. Damonte dan timnya bertarung melalui tiga babak, mengalahkan FlyQuest, CLG, dan akhirnya TSM untuk lolos ke Worlds. Pencapaian ini menandai penampilan pertama Damonte di kejuaraan internasional.

Kejuaraan Dunia 2019

Di Kejuaraan Dunia 2019, Clutch Gaming masuk sebagai seed ketiga Amerika Utara di tahap play-in. Mereka lolos ke acara utama setelah kemenangan atas tim Turki Royal Youth. Karena aturan undian grup, mereka ditempatkan di Grup C, yang dianggap sebagai grup neraka yang menampilkan tim-tim terkemuka SK Telecom T1, Royal Never Give Up, dan Fnatic.

Clutch Gaming tidak berhasil meraih kemenangan di acara utama, finis terakhir di grup mereka dan tersingkir. Setelah turnamen, organisasi tersebut bergabung dengan Dignitas. Meskipun dialihkan ke Dignitas, Damonte dilepas pada November 2019 ketika tim memilih untuk tidak menggunakan tahun kedua kontraknya.

Karier Bermain Selanjutnya

Damonte bergabung dengan Dignitas Academy untuk Spring Split 2020. Tim memulai dengan kuat, menduduki posisi pertama selama sebagian besar musim reguler sebelum finis kedua dan kalah di semifinal playoff akademi. Pada Mei 2020, ia pergi untuk bergabung dengan roster utama LCS Golden Guardians.

Kariernya berlanjut dengan pindah ke 100 Thieves pada November 2020, diakuisisi bersama Huhi dari Golden Guardians. Pada Juli 2021, Damonte menjadi mid laner starter untuk Counter Logic Gaming. Pada akhir tahun itu, ia beralih dari pemain menjadi pelatih posisional untuk organisasi tersebut.

Kepelatihan dan Inisiatif Pribadi

Setelah karier bermainnya, Damonte beralih ke dunia kepelatihan. Berdasarkan informasi terbaru, ia menjabat sebagai asisten pelatih untuk Shopify Rebellion. Di luar kompetisi, Damonte telah berpartisipasi dalam inisiatif amal. Pada April 2020, ia bermitra dengan pemain bisbol profesional Hunter Pence untuk kampanye Verizon Pay It Forward Live, yang mengumpulkan dana untuk usaha kecil yang terdampak pandemi COVID-19. Keduanya memainkan pertandingan persahabatan sebagai bagian dari upaya tersebut.

Warisan dan Gaya Bermain

Karier Damonte terkenal karena statusnya sebagai mid laner domestik Amerika Utara selama periode ketika mid lane LCS sering didominasi oleh talenta impor. Perjalanannya pada 2019 bersama Clutch Gaming, yang berpuncak pada penampilan di Kejuaraan Dunia, menjadi puncak kompetitifnya. Ia mendapatkan reputasi khusus untuk level permainan yang tinggi pada champion Qiyana, menjadikannya pilihan andalan selama masa bermainnya.

Perjalanannya dari liga amatir ke LCS dan kemudian ke kepelatihan mencerminkan karier yang dihabiskan dalam ekosistem League of Legends Amerika Utara. Keterlibatannya dalam acara komunitas dan amal juga menyoroti peran di luar sekadar kompetisi.

FAQ

Champion apa yang dikenal dari Damonte?

Damonte khususnya dikenal karena penguasaan dan permainan terampilnya pada champion Qiyana di League of Legends.

Bersama tim mana Damonte lolos ke Worlds?

Damonte lolos ke Kejuaraan Dunia 2019 sebagai mid laner untuk Clutch Gaming, setelah tim tersebut memenangkan kualifikasi regional Amerika Utara.

Mengapa grup Damonte di Worlds 2019 disebut 'grup neraka'?

Grup C Clutch Gaming di Worlds 2019 dijuluki grup neraka karena berisi tiga tim super regional: SK Telecom T1 dari Korea Selatan, Royal Never Give Up dari China, dan Fnatic dari Eropa.

Apa peran Damonte sekarang?

Berdasarkan informasi terbaru, Damonte telah beralih ke kepelatihan dan bekerja sebagai asisten pelatih untuk Shopify Rebellion.

Apakah Damonte pernah diskors?

Ya, Damonte menerima skors singkat pada 2018 karena perilaku buruk di pertandingan ranked online saat ia masih bersama Echo Fox.

Sumber: Wikipedia Bahasa Inggris (CC BY-SA), diterjemahkan dan ditulis ulang oleh tim Redington Cybersport.

Pemain esports lainnya