Garena Luncurkan Free Fire India Setelah Lebih dari Empat Tahun Diblokir
Versi khusus ini diluncurkan sebagai aplikasi mandiri dengan konten lokal dan fitur keamanan data di server dalam negeri.

Garena telah meluncurkan kembali game battle royale Free Fire di India melalui versi khusus bernama Free Fire India, lebih dari empat tahun setelah pemerintah memblokirnya pada Februari 2022 karena kekhawatiran keamanan nasional.
Free Fire India diluncurkan sebagai aplikasi mandiri untuk Android dan iOS, menghadirkan konten khusus India, fitur kontrol orang tua, pembatasan waktu bermain, dan batas pengeluaran pengguna.
Perusahaan yang berada di bawah Sea itu menyatakan data pengguna Free Fire India akan disimpan di server yang berada di India.
Dalam pengembangan versi lokal tersebut, Garena mengaku telah bekerja sama dengan otoritas pemerintah terkait dan memasukkan masukan mereka dalam persiapan peluncuran.
Peluncuran ini merealisasikan rencana yang sebelumnya diumumkan pada September 2023 namun sempat ditunda tanpa penjelasan terperinci.
Selama Free Fire tidak tersedia, Free Fire MAX tetap dapat dimainkan di India karena tidak termasuk dalam daftar aplikasi yang diblokir.
Kepala Operasional Garena di India, Vaibhav Das Mundhra, mengatakan kedua permainan akan tetap tersedia secara bersamaan.
Pemain juga dapat menggunakan akun yang sama, bermain bersama, dan mengikuti acara yang sama di kedua versi.
Kembalinya Free Fire terjadi di tengah pasar game seluler India yang kompetitif.
Berdasarkan data Sensor Tower yang ditinjau TechCrunch, waralaba Free Fire mencatat sekitar 77,4 juta pengguna aktif bulanan di India pada Juni, sedangkan Battlegrounds Mobile India atau BGMI mencatat sekitar 20,8 juta pengguna aktif bulanan.
India juga masih menjadi pasar penting bagi industri gim seluler.
Data Sensor Tower menunjukkan jumlah unduhan gim seluler di negara tersebut mencapai sekitar dua miliar pada kuartal kedua 2026, meningkat 14,2 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Sementara itu, pendapatan gim seluler tumbuh 3,7 persen menjadi lebih dari 106 juta dolar AS.
CEO sekaligus salah satu pendiri S8UL Esports, Animesh Agarwal, menilai kehadiran kembali permainan tersebut dapat memperluas kesempatan bagi pemain yang ingin berkarier di esports serta komunitas kreator yang berkembang di sekitar gim itu.



