LIVE
Gamanza Engage: Gamifikasi Belum Dimanfaatkan Maksimal untuk Retensi Pemain◆Free Fire Hadirkan Event Top-up 50% dan Kode Redeem Baru September 2026◆Chrisjo Ungkap Perjalanan Panjang dan Keputusan Sulit di Balik Gelar FFWS SEA 2026 Fall◆Worlds 2026 Digelar di Tiga Kota AS, T1 Kejar Gelar Keempat Beruntun◆TikTok Shop Perketat Aturan Penjualan Kartu Koleksi yang Mirip Lotere◆Bose Luncurkan Sport Open Earbuds, Solusi Audio untuk Pelari Urban dan Gamers MLBB◆Kenaikan Pajak Machine Gaming Duty Ancam Masa Depan Operator Judi Retail di Inggris◆Kasus Pengaturan Pitch Emmanuel Clase: Investigasi Mendalam Skema Perjudian Mikro di MLB◆Qualcomm Luncurkan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Series, Revolusi AI dan Gaming Mobile Termasuk MLBB◆DraftKings Luncurkan Kampanye Iklan dengan Kevin Hart dan Nick Jonas, Soroti Perbedaan Terminologi Taruhan vs Trading◆Gamanza Engage: Gamifikasi Belum Dimanfaatkan Maksimal untuk Retensi Pemain◆Free Fire Hadirkan Event Top-up 50% dan Kode Redeem Baru September 2026◆Chrisjo Ungkap Perjalanan Panjang dan Keputusan Sulit di Balik Gelar FFWS SEA 2026 Fall◆Worlds 2026 Digelar di Tiga Kota AS, T1 Kejar Gelar Keempat Beruntun◆TikTok Shop Perketat Aturan Penjualan Kartu Koleksi yang Mirip Lotere◆Bose Luncurkan Sport Open Earbuds, Solusi Audio untuk Pelari Urban dan Gamers MLBB◆Kenaikan Pajak Machine Gaming Duty Ancam Masa Depan Operator Judi Retail di Inggris◆Kasus Pengaturan Pitch Emmanuel Clase: Investigasi Mendalam Skema Perjudian Mikro di MLB◆Qualcomm Luncurkan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Series, Revolusi AI dan Gaming Mobile Termasuk MLBB◆DraftKings Luncurkan Kampanye Iklan dengan Kevin Hart dan Nick Jonas, Soroti Perbedaan Terminologi Taruhan vs Trading◆
REDINGTONCYBERSPORTBerlangganan
MLBBFree FirePUBG MobileDota 2ValorantLoLCS2EA FCCoD MobileiGaming
Free Fire

Chrisjo Ungkap Perjalanan Panjang dan Keputusan Sulit di Balik Gelar FFWS SEA 2026 Fall

Pelatih Bigetron menceritakan perjalanan dari kompetisi komunitas hingga keputusan berat melepas pemain untuk meraih gelar juara regional di Surabaya.

Dimas Pratama
EDITOR ESPORTS · 27/09/2026
Chrisjo Ungkap Perjalanan Panjang dan Keputusan Sulit di Balik Gelar FFWS SEA 2026 Fall
Photo: Freepik

Chrisjo, pelatih Bigetron, mengungkap bahwa trofi FFWS SEA 2026 Fall adalah puncak dari perjalanan panjang yang penuh liku, dimulai lebih dari dua tahun lalu.

Ia bergabung dengan Bigetron pada Agustus 2023 setelah sebelumnya menangani ECHO Esports, tetapi awal perjalanannya di rumah baru itu tidak manis.

Bigetron sempat terpuruk di posisi ke-12 pada FFWS ID Spring 2024, memaksa mereka untuk memulai kembali dari jalur paling bawah dengan mengikuti turnamen komunitas.

Chrisjo mengenang masa-masa pahit tersebut dengan detail yang personal, termasuk naik kereta menuju Tangerang dan bermain bersama tim-tim amatir dan level komunitas demi bangkit dan merangkak naik kembali.

Kerja keras tersebut mulai membuahkan hasil ketika Bigetron akhirnya menjuarai FFWS ID 2024 Fall dengan raihan 115 poin, dengan Kyongg dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen.

Namun euforia itu tak berlangsung lama, karena di panggung regional FFWS SEA 2024 Fall di Surabaya, Bigetron harus puas mengakhiri perjalanan mereka di posisi kedelapan dengan 65 poin.

"Perasaannya pasti bersyukur sekali. Namun, perjalanannya benar-benar seperti roller coaster secara emosional dan melelahkan," ungkap Chrisjo tentang perasaannya usai mengangkat trofi FFWS SEA 2026 Fall.

Ia menggambarkan detail fisik yang dirasakannya sepanjang hari final berlangsung. "Kami sudah bersiap sejak pagi dan baru selesai sangat malam. Badan benar-benar lemas, punggung terasa sampai ke kepala, pusing, kaki pegal. Tetapi semuanya terbayarkan dengan gelar juara."

Yang membuat kemenangan ini terasa jauh lebih bermakna adalah lokasi penyelenggaraannya sendiri. "Surabaya juga selalu ada dalam pikiran saya sebagai sebuah redemption. Kami pernah gagal di sini. Saat mendapatkan kesempatan kedua, kami tidak mau gagal lagi," tegasnya.

Bagian paling emosional dari perjalanannya datang saat ia harus mengambil keputusan sulit merombak susunan pemain sebelum akhirnya mencapai titik ini.

"Kalau mundur ke belakang, terutama kepada Dhikz dan Joel, saya sudah beberapa kali mengatakan bahwa saya sedih sekali karena tidak bisa melanjutkan perjalanan bersama mereka," ungkapnya.

Chrisjo menegaskan bahwa keputusan tersebut murni datang dari dirinya sendiri, bukan dari tekanan pihak manajemen atau rekan lain.

"Keputusan itu benar-benar datang dari saya. Bukan dari teman-teman atau atasan. Saya yang menyampaikannya kepada Bigetron. Jadi, kalau mereka punya hard feeling atau perasaan tidak enak kepada saya, saya menerima itu. Namun, sejujurnya, di dalam hati saya juga sedih sekali," akunya.

Ia menjelaskan logika di balik keputusan berat tersebut sebagai kalkulasi antara mempertahankan status quo yang aman dengan mengambil risiko demi ambisi yang lebih besar.

"Dengan roster sebelumnya, menurut penilaian saya, kami bisa lolos ke Grand Finals dan lolos ke turnamen global. Namun, saya membutuhkan pemain yang bisa membantu tim ini menjadi juara," jelasnya. "Saya sudah mencoba mengidentifikasi apa yang kami butuhkan. Dari sana, perombakan dilakukan."

Perjalanan membawa Bigetron kembali ke Surabaya dua tahun kemudian, kali ini sebagai tim yang jauh berbeda, dengan modal kepercayaan diri yang meningkat usai menjuarai Free Fire MAX Asia Invitational 2026 Summer.

Bagi Chrisjo, gelar FFWS SEA tetap menjadi target terbesar yang belum tercapai sebelum akhirnya diraih, sebuah misi yang menuntutnya mengambil sejumlah keputusan besar yang tidak selalu mudah diterima semua pihak.

Lainnya di Free Fire