Mid Laner EVOS Ryza Kritik META Fighter yang Batasi Pilihan Hero
Mid laner EVOS Ryza mengaku tidak menyukai patch terbaru karena pilihan hero untuk posisinya menjadi sangat terbatas.

Mid laner EVOS Ryza secara terbuka mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap patch terbaru Mobile Legends: Bang Bang yang didominasi oleh META Fighter.
Ia mengatakan pilihan hero untuk posisi mid lane menjadi lebih terbatas dibandingkan periode sebelumnya.
"Sebenarnya untuk patch kali ini saya kurang suka karena pilihan hero mid laner jadi sedikit," kata Ryza.
Menurutnya, dominasi hero Fighter seperti Lucas yang mampu menerobos pertahanan menjadi alasan utama di balik kondisi ini.
Kehadiran hero-hero Fighter dengan daya tahan tinggi, kemampuan inisiasi kuat, dan damage besar telah mengubah strategi permainan di Land of Dawn secara signifikan.
Ketika Fighter mendominasi komposisi tim, pilihan hero di lane tengah menjadi semakin terbatas karena tidak semua Mage mampu menghadapi tekanan dari hero-hero tebal yang bisa langsung menerobos lini belakang.
Situasi tersebut membuat hero dengan utility besar seperti Valentina, Zhuxin, Selena, dan Valir menjadi prioritas untuk membantu tim bermain agresif sekaligus menghadapi Fighter yang sulit ditumbangkan.
"Mungkin sebelumnya sempat keluar Novaria dll. Karena memang META fighter, nabrak-nabrak apalagi Lucas gitu. Yasudah mau gimana lagi jadi spam hero-hero itu saja," tambah Ryza.
Dampaknya, variasi hero mid laner yang muncul di pertandingan kompetitif tidak sebanyak sebelumnya.
Hero Mage yang mengandalkan damage sebagai sumber kekuatan utama berpotensi kesulitan ketika berhadapan dengan komposisi Fighter yang memiliki daya tahan tinggi.
Ryza menjelaskan bahwa dominasi Fighter memaksa mid laner harus mempertimbangkan kemampuan bertahan dan memberikan utility ketika menyusun draft.
Dalam kondisi seperti ini, utility menjadi faktor penting dalam menentukan hero mid lane.
Valentina memiliki fleksibilitas melalui kemampuan mengambil ultimate lawan, sedangkan Zhuxin dapat mengganggu posisi musuh dengan kontrol area.
Selena menawarkan kemampuan membuka informasi dan memberikan efek stun, sementara Valir dapat memperlambat pergerakan lawan serta menjaga jarak dari ancaman yang mendekat.
Keempat hero tersebut memiliki keunggulan masing-masing untuk menghadapi komposisi yang mengandalkan tekanan dan inisiasi.
Ryza juga menilai bahwa Fighter tertentu berpotensi dimainkan di posisi mid lane.
"Fighter yang bisa dijadikan mid ada. Paling mungkin dipakai itu Ruby," ujarnya.
Ia menyebut Ruby sebagai hero yang memiliki kemampuan crowd control, daya tahan, dan sustain untuk mengganggu formasi lawan.
Pernyataan Ryza menunjukkan bahwa META Fighter bukan hanya mengubah komposisi di EXP lane atau Gold lane, tetapi juga memengaruhi cara tim menentukan pilihan di mid lane.
Bagi para mid laner, tantangan terbesarnya adalah menemukan cara untuk tetap memberikan dampak di tengah terbatasnya pilihan hero.
Selama META Fighter masih menjadi prioritas di scene kompetitif MLBB, fleksibilitas dalam draft dan penguasaan hero utility akan menjadi modal penting untuk membantu tim bersaing.



